“GULA menjadi PUNCA kepada penyakit moden seperti KENCING MANIS, DARAH TINGGI dan lain-lain
Ori-Sweet : Natural Herbal Sweetener Pemanis Herba TANPA Gula. Ekstrak 100% Stevia Organik

Isnin, Januari 10, 2011

Sihat dengan Manisnya Stevia


Bahan tambahan makanan ramai dibicarakan akhir-akhir ini. Salah satu bahan tambahan makanan adalah pemanis makanan. Banyak jenis pemanis diantaranya saccarin, aspartam dan stevia.

Gula yang dibuat dari tebu, bagi penderita diabetes pastilah akan ditakuti. Kandungan kalorinya boleh menjadi ancaman serius bagi mereka yang terkena penyakit itu dan sesuai untuk orang yang sedang menjalani program diet.

Namun jangan bimbang, sekarang daun stevia rebaudiana Bertoni, mengandung bahan pemanis non kalori dan mampu menghasilkan rasa manis 70 - 400 kali dari manisnya gula tebu, dapat dijadikan bahan asas industri gula non-kalori dan bahan asas industri makanan serta minuman atau jamu tradisional.

Pada tahun 1887 peneliti ilmiah amerika Antonio Bertoni menemukannya. Bertoni menamakannya Eupatorium Rebaudianum Bertoni, kemudian dimasukkan dalam genus stevia (1905) Lebih dari 80 jenis spesies stevia tumbuh liar diAmerika Utara dan 200 jenis spesies alami di Amerika Selatan. Namun hanya Stevia Rebaudiana yang diproduksi sebagai pemanis

Stevia adalah tumbuhan perdu asli dari Paraguay. Sesuai pada tanah berpasir dengan tinggi tanaman maksimal 80 cm. Daunnya mempunyai rasa manis dan menyegarkan. Gula stevia telah di komersilkan di Jepang, Korea, RRC, Amerika Selatan untuk bahan pemanis bagi penderita diabetes dan kegemukan.

Stevia yang pernah ditanam di Indonesia berasal dari Japan, Korea dan China. Bahan tanaman tersebut berasal dari biji sehingga pertumbuhan tanaman stevia.

Kualiti daun stevia dipengaruhi banyak faktor lingkungan seperti jenis tanah, irigasi, penyinaran dan aliran udara. Harus dijaga dari gangguan bakteria dan jamur. Kualiti stevia didasarkan atas aroma, rasa, penampakan dan kemanisannya. Penggunaanya stevia memberikan rasa yang unik tidak seperti pemanis kebanyakan yang menimbulkan rasa pahit pada akhirnya. Rahsia kemanisan stevia terletak pada molekul kompleksnya yang disebut steviosida yang merupakan glikosida disusun dari glukosa, sophorose dan steviol.

Apakah stevia tidak berbahaya?

Jawabannya adalah PASTI! Baik oleh umum maupun bagi penderita diabetes, hypoglycemia, candida, tekanan darah tinggi dan kelebihan berat badan. Stevia merupakan pemanis pilihan untuk generasi masa depan. Stevia merupakan salah satu tanaman kesihatan yang paling diminati di dunia sekarang ini. Karena tubuh manusia tidak memproses glikosida dari daun stevia tetapi mendapatkan kalorinya.


Dari laporan kesihatan yang diterima baik dari makmal maupun pengguna konsentrat stevia setiap hari. Penelitian ilmiah mengindikasikan bahwa stevia efektif meregulasi gula darah danmembuatnya normal.kajian juga mengindikasikan bahwa stevia memberi kesan berbeza pada orang tekanan darah rendah dan tekanan darah normal. Dia juga menghalang pertumbuhan bakteria dan organisme yang menyebabkan infeksi, termasuk bakteri yang menyebabkan gangguan gigi dan penyakit gusi. gambaran Ini diperkuat dengan laporan pengguna stevia yang lebih tahan terhadap serangan flu.

Stevia untuk perawatan tubuh.

Air daripada daun stevia dapat digunakan sebagai perawatan kulit. Di Paraguay air dari daun stevia digunakan untuk membuat sabun herbal, masker wajah, krim rambut dan shampoo.

Pemanis yang tidak menyebabkan gigi berlubang ....

Selama ini kita ketahui bahwa makanan dengan pemanis seperti permen,ais krim, soda dan kuih menyebabkan gigi berlubang. Banyak terdapat bakteri dimulut, pada umumnya Strepcocci mutans, yang memfermentasikan gula menjadi asam. Asam ini melekat pada gigi yang menyebabkan gigi berlubang. Steviosida dan Rebaudiosida A dari kajian pd tahun 1992 disimpulkan bahwa keduanya tidak menyebabkan gangguan pada gigi kerana keduanya tidak dapat difermentasikan oleh bakteria.

Stevia dapat menurunkan berat badan dan mengatur berat badan kerana dapat mengurangkan makanan bergula dan berlemak. Dari penelitian juga disebutkan bahwa stevia mengatur mekanisme rasa lapar seseorang yang membuat kontraksi pada perut agar rasa lapar datang lebih lambat. Keuntungan lain dari penggunaan stevia adalah dapat meningkatkan kemampuan daya pencernaan untuk mengurangi risiko pada perokok dan peminum.

Pada tahun 1986 peneliti dari Brazil di Universitas Maringa dan Sao Paolo menilai kandungan gula darah seseorang (Curi, 1986). Enam puluh sukarelawan diberi stevia sebanyak 5 g selama 3 hari setiap 6 jam. Ekstrak ini direbus selama 20 minit. Test Toleransi Glukosa (TTG) didemokan dengan membandingkan antara para sukarelawan ini dengan orang yang tidak minum air stevia. Pemeriksaan pada sukarelawan menunjukkan penurunan kadar gula darah yang signifikan. Ini mengindikasikan bahwa stevia merupakan substitusi pemanis yang potensial dan bagus bagi penderita diabetes.

Sampai saat ini belum ada komplain pada pengguna stevia, selama penggunaannya hampir 1500 tahun di Paraguay dan 20 tahun di Japan. Peneliti menemukan studi bahwa stevia aman dikonsumsi melalui penelitian yang intensif seperti dilaporkan oleh Dr. Daniel Mowrey.

Kandungan Stevia

Daun Stevia klon BPP 72 mempunyai kandungan steviosida 10-12 % dan rebaudiosida 2-3 %. Selain mengandung glikosida, juga mengandung protein, serat, karbohidrat, mineral, vitamin A, vitamin C dan 53 komponen lainnya. Produknya berupa steviosida, Rebaudiosida, ekstrak, dan konsentrat. Ekstraknya dalam bentuk steviosida dapat mencapai kemanisan 70 - 400 kali dari gula biasa.

Kegunaan produk :

Sangat dianjurkan bagi penderita diabetes atau masalah kelebihan berat badan/obesitas. Boleh dikonsumsi bagi orang sehat untuk minuman sehari-hari. Gula stevia adalah gula herba dan tidak mempunyai kesan sampingan.

TEMPAH PRODUK ORISWEET SEKARANG ESKTRAK DALAM BENTUK SERBUK DARI DAUN STEVIA


- Posted using iphone 4

Location:Jalan Kpk 3/1,Rawang,Malaysia

Tiada ulasan:

Catat Ulasan